Siang datang oksigen yang kini
berubah menjadi karbondioksida yang sangat berdampak negatif tersebar di
seluruh pelosok negri, sengatan sang surya menambah pekatnya kehidupan di era
globalisasi ini entah siapa yang memulai dan ntah siapa yang bakal mengakhiri
yang jelas ini semua berasal dari hukum alam hukum dimana semuanya ini
tergantung kepada jiwa-jiwa yang menghuninya
Surya mulai menepi dipenghujung
hari. Titik-titik merah mulai merata dihamparan mega-mega senja kemegahan
cahaya matahari telah jatuh ke dalam hati mengukur waktu .Sawah merupakan
padang hijau laksana surge yang memenuhi lambung-lambung pemiliknya.
Malampun semakin larut dalam
cengkraman sepi yang membeku diantara embun-embun bening.Malam semakin pekat
suara jagkrik yang mengerik menambah kesyahduan jiwa yang berbalut mimpi.
Tetesan embun telah lama membasuhi dedaunan. Didalam kelamnya malam itu
jiwa-jiwa telah banyak yang terlarut dalam permainan mimpinya.
Tak terasa perjalanan malam sudah
hampir saja tiba di penghujungnya. Kokok ayam dikejauhan mulai terdengar
bersahut-sahutan. Sayup-sayup suara sholawat dari dalam surau telah
berkumandang mengundang jiwa-jiwa para umat muslim segera beradu dengan
percikan air wudu’ atas nikmat-Nya dan melaksanakan sholat subuh.Muadzin tlah
mengumandangkan Iqmah. Jamaah pun berbaris di shaf masing masing dan
Allahuakbar (Takbiratul Ikhram).
Kepasrahan jiwa merekaberpadu dalam
embun-embun subuh yang membasahi dedaunan diantaranya aroma mahkota kembang melati
yang merekah dan menebar wanginya kepada setiap insyan yang menciumnya.Jiwa
mereka menumbus batas keikhlasan dalam ibadahnya tanpa ada paksaan belenggu
kewajiban dan juga janji-janji kenikmatan surgawi.
Beberapa saat kemudian fajar pecah
dilangit timur.Keindahan cahaya mengantar
jiwa kepada kedamaian pagi yang ceria. Kucau burung prenjak menyambut
pagi laksana therapy hati dalam mencapai ketenangan batin. Suara-suara alam
yang di perdengarkan Tuhan menetralkan dua sisi gelombang otak sehingga
perasaan tentram terjaga dalam benak yang kehausan setetes kebahagiaan. Angin
sepoi –sepoi yang menggerakkan rumpun padi di sawah membawa aroma alam yang
membentur pipi dengan kelembutan. Belaian manja sang bayu pagi itu menciptakan
kesegaran bagi sekujur tubuh setiap insyani yang ikhlas menerimanya.
Segala puji bagi Allah Tuhan yang
memberikan nikmat jasmani dan rohani pada makhluknya yang paling sempurna
Manusia…. :)
Komentar
Posting Komentar