Takkan terlupakan~



Selamat hari weekend :) kali ini aku bakal nge-post tentang rasa …
Bukan bukan rasa coklat atau rasa sroberi tapi ini masalah hati …
Entah mulai kapan perasaan ini tumbuh dan tumbang begitu saja melihat tawa dan senandungnya itu seperti diriku ikut memainkan orchestra dengan denting alunan melodi pembakar jiwa penghapus dusta…
 Tapi, apa yang ku dapati ? aku juga tak mengerti hati ini, jiwa ini, terasa sesak saat melihatnya tertawa …
 tertawa lepas ? iya benar tertawa lepas :)
 tapi …………………… bukan denganku :(
Dan kini aku tahu ini berawal dari candaan tentangmu yg menggebu-nggebu menusuk kalbu hingga tak dapat kupahami oleh hatiku, dan ungkapan perasaaan yg ku lontarkan di sosmed dan berakhir dengan bully-an teman-temanku  
Aku tau tak mungkin aku seperti ini selalu, apa aku salah? …
Jujur sama diri sendiripun aku tak mampu, padahal kalau dipikir-pikir aku peka sama sahabatku aku peka tapi kenapa sama diri sendiri aku nggak peka ? hah ? kenapa ? nusuk banget rasanya … maaf aku jadi blakblakkan disini karena hanya dengan cara ini aku bisa melampiaskan segalanya amarah arapan cita –cita sakit sedih gembira hancur rapuh gundah gelisah …

Di lain sisi  tadi malam dalam gelap , aku tak bisa melihat sebiru apa langit itu ? aku terlalu nyaman dengan rahasia ini. Aku menyelipkan perasaanku di antara keseharianku. Aku memilih sendiri.Menyepi, membenci diri yang tak bisa jujur padamu. Sesungguhnya, aku tak tahan lagi. Semakin besar kurasa jarak di antara kita. Kau semakin sulit kuraih~ . Dengan atau tanpa sunyi di bibirku ini. Dan aku mulai bosan dengan gelap. Jenuh dengan segala rahasia. Karenanya, hari ini, kuputuskan untuk tak berterus terang padamu. Bertanya dalam hatiku degan segenap tetes keberanianku, “maukah bersamaku menikmati birunya langit hari ini?”  …. 

Meskipun ini novel udh lama banget tapi isinya gambaran hati banget~"~


Komentar